Fair Baccarat_How to play baccarat_U.S. legal online casinos_888 Live Casino_Betting platform website

  • 时间:
  • 浏览:0

DarIndonesia Casinoipada IndonIndonesia Casinoesia Casinokamu terus ditimang dengan harapan palsu, lebih baik dari sekarang membuat keputusan sendiri. Jauhi dia, dan kamu membuka diri untuk mengenal orang yang baru lagi. Mungkin akan ada sedikit perasaan lelah di dirimu, tapi percaya keputusan untuk lebih berhati-hati memilih ini akan menghantarkanmu pada orang yang tepat.

Dirinya dan kariernya aja belum tuntas dan sering dikesampingkan. Lantas bagaimana dengan kamu? Alih-alih memaksakan diri untuk menjalin hubungan, justru membuat kamu merasa tertekan, bukankah lebih baik dia kamu tinggalkan!

Setelah kamu pikir-pikir, kenapa sih kamu harus dibandingkan dengan mantanya? Bukankah dia bilang perasaanya ke mantannya sudah selesai? Bukankah adanya kamu untuk memberi warna baru di hidupnya? Tapi kalau begini, dia justru memperlihatkan pikirannya masih berat untuk beranjak dari mantan.

Kamu memang membuatnya tergila-gila saat ini. Dia sendiri sudah jujur dengan kekaguman atau kesukaannya kepadamu. Tapi sayang sampai detik ini dia masih selalu yakin di luar sana pasti ada cewek-cewek lain yang lebih baik dari kamu. Mungkin ada yang lebih manis, pintar, atau punya sesuatu hal yang lebih membanggakan dibanding kamu. Nggak heran, kamu sendiri sebenarnya pernah beberapa kali memergoki dia sedang memuji cewek lain yang buatnya lebih menarik.

Jadi, sebelum kamu terburu-buru menerima seseorang untuk memercayakan hatimu padanya. Ada baiknya kamu ketahui dulu, 7 tanda cowok yang tak berniat menyeriusimu. Jangan sampai kamu udah baper dengan harapanmu sendiri, tapi dianya malah santai-santai aja.

Mau sih kalau diajakin pacaran, tapi kalau diminta untuk menyeriusi kamu dalam arti berkomitmen dalam menjaga hubungan dia justru menghindarinya. Katanya lebih baik jalani saja dulu, atau dicoba saja dulu hubungan yang sekarang. Caranya itu membuat kemungkinan dia main-main ke kamu ada dan jauh lebih besar. Dia tak bisa kamu harapkan untuk jadi jodohmu yang sesungguhnya.

Sedikit-dikit cerita darinya, pemikiran atau pendapat dari dia, pokoknya di antara kalian cuma ada tentang dirinya. Urusan kamu buatnya nomor sekian. Bahkan jangankan mendengar pendapat, cerita-cerita yang pernah kamu bagi aja seperti angin yang numpang melintas di telinganya saja, yang kalau ditanyakan lagi dia pasti sudah tak ingat. Lalu, sebenarnya kamu dianggap apa dengan dia? Betapa egoisnya dia, maunya dipahami tapi tak mau memahamimu balik.

Kasarnya, dia memang cuma memanfaatkan keberadaanmu. Niatnya untuk mendekati bukan karena tulus ingin mencoba menjalin hubungan, tapi karena kebutuhan yang menurutnya cuma kamu yang saat ini bisa diandalkan.

Kamu kadang heran dengan nasehat orang untuk tak terlalu pemilih dalam mencari pasangan. Katanya sih biar nggak sulit jodoh. Tapi di lain sisi ada juga yang bilang memilih itu perlu, supaya kamu nggak salah pilih. Jodohmu ini kan bukan undian yang bisa kamu pilih dengan acak dan tanpa pertimbangan. Sebab salah pilih sekali, kamu bisa mempertaruhkan perasaan sekaligus pikiran.

Umurnya sudah mencapai kepala tiga, tapi dia masih saja seperti kutu lompat yang pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Kadang kamu juga melihat dia belum bisa menentukan mana yang harus diprioritaskan, antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Misal keasyikannya main bersama teman-temannya, padahal dia masih punya tugas yang menunggu dirampungkan. Atau saat dia harus membuat keputusan sekarang, tapi dia memilih untuk menundanya lagi.

Itu sih sudah jelas kalau dia sendiri masih ragu dengan kamu dan hubungan kalian. Dia belum punya bayangan untuk ke depannya hubungan kalian akan seperti apa, antara lanjut dan berhenti saja.

Kamu memang kenal dengan teman-temannya, tapi mereka tak pernah tahu seberapa dekat jalinan hubunganmu dengan dia. Sebab dia juga pernah bilang secara terang-terangan, jika orang lain belum perlu tahu tentang hubungan kalian ini, terutama keluarga dan juga temannya.

Saat dia tak suka dengan sikapmu atau apapun yang kamu lakukan, saat itu juga nama mantannya muncul. Dia pernah bilang kamu terlalu manja, dan nggak seperti mantannya yang bisa sedikit lebih mandiri. Padahal kamu sendiri jarang meminta bantuan ke dia. Dia juga pernah bilang seleramu untuk urusan penampilan terlalu mainstream, tak seperti mantannya yang selalu unik dan punya ciri khas.

Baiknya dia yang tiba-tiba sering diikuti dengan sesuatu keperluan, misalnya pekan lalu saat dia ingin ditemani datang ke suatu acara, atau sebelum-sebelumnya saat dia butuh bantuanmu untuk menyelesaikan sesuatu. Selebihnya saat dia tak sedang diburu kepentingan, ingat kamu saja dia tidak. Dia bisa berhari-hari hilang, dan saat kamu bertanya kabar respon darinya datar sekali.