Baccarat Chinese_Crown Football Betting Network_Crown Football Betting Network

  • 时间:
  • 浏览:0

MRoulette LaweRoulette Lawnjelajah temRoulette Lawpat dan mencari loRoulette Lawkasi di berbagai belahan dunia memang cukup mudah dilakukan melalui Google Maps. Bahkan, kita bisa menjelajah suatu wilayah dengan pantauan satelit Google Earth. Kita bisa melihat dengan jelas, jalan, atap-atap bangunan dan bisa juga menjelajah gang-gang kecil dengan Googel Street Views. Namun, hal tersebut nggak berlaku bagi Pulau Mururoa di Pasifik Selatan, atau masuk bagian Polinesia Prancis.

Efek dari radiasi nuklir ternyata memberi dampak  sangat berbahaya bagi kehidupan. Melansir dari BBC,  sekitar 110.000 penduduk Polinesia Prancis atau wilayah Prancis yang terdiri dari atol mengalami infeksi parah akibat radiasi terdahsyat pada tahun 1966-1974. Berdasarkan dari dokumen rekam jejak militer Prancis ditemukan setidaknya ada 2000 kerusakan, termasuk kematian dan kondisi alam yang terus memburuk. Akhirnya, pemerintah Prancis menutup secara total Mururoa, bahkan berbagai fasilitas kemiliteran sudah dicabut dari pulau tersebut.

Sebagian wilayah Mururoa tampak sengaja dibuat blur | Dok. tangkapan layar via Google by Hipwee

Mururoa disembunyikan Google Earth dan menjadi sorotan publik karena penampakannya melalui citra satelit terlihat kabur, bahkan setengahnya seperti dihilangkan. Sementara fitur Street Views nggak bisa digunakan di pulau misterius ini. Berbagai sumber memang belum bisa mengungkap alasan pasti Google menyembunyikan pulau ini. Namun, diperkirakan hal tersebut karena sejarah Mururoa di masa lalu. Lantas, apa yang membuat Mururoa disembunyikan Google?

Melansir dari Wikipedia, sejak tahun 2012 Mururoa menjadi pulau terlarang untuk dikunjungi dan dijaga ketat oleh militer Prancis. Diperkirakan hal tersebutlah yang membuat Google juga memblokir akses Mururoa dari satelitnya. Meski tidak ada keterangan resmi dari Google, tapi publik cukup yakin jika sejarah Mururoa soal uji coba nuklir yang menyebabkan Google sengaja memblokir pulau tersebut demi keamanan. Saat ini jika kamu buka Mururoa dari Google Earth, maka kamu hanya akan menjumpai penampakan pulau Mururoa yang tampak kabur setengahnya dan akan semakin kabur jika dengan jarak yang semakin dekat.

Sebenarnya, selain Mururoa ada pulau lain yang sengaja disembunyikan Google yakni Pulau Jeanette di Rusia dan Pulau Sandy yang juga masih wilayah Prancis. Alasannya pun beragam mulai dari konflik antar negara, hingga wilayah terlarang yang benar-benar harus dilindungi. Jadi, jangan berharap bisa mengunjungi pulau-pulau terlarang tersebut ya, cukup dilihat dari pantauan satelit Google, jika kamu penasaran~

Pulau Mururoa sebenarnya terbentuk dari karang yang muncul ke permukaan atau yang bisa disebut atol. Dulu, tempat ini menjadi pusat pelatihan militer Prancis. Namun, fungsinya dialihkan menjadi pusat uji coba nuklir pada tahun 1962. Selama uji coba, setidaknya ada 181 nuklir yang diledakkan di Mururoa. Bahkan beberapa nuklir memiliki kekuatan 200 lebih dahsyat daripada nuklir yang menerjang Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Ternyata, kegiatan uji coba tersebut dikecam oleh dunia internasional, hingga puncaknya pada tahun 1996. Menurut pemerhati lingkungan Green Peace, kerusakan alam yang disebabkan ledakan nuklir di Mururoa selama lebih dari 30 tahun mengakibatkan radiasi 12 milirems yang mencemari perairan pulau, bahkan hingga Peru dan Selandia. Hal tersebut akhirnya membuat pemerintah Prancis menutup praktik uji coba nuklir di Mururoa dan beberapa atol lain di sekitarnya.

Potret Mururoa pada Desember 2005 | Credit by FRED on Commons Wikimedia