Baccarat Sports_Baccarat account opening_Baccarat Guide

  • 时间:
  • 浏览:0

TradBaccarat glassiBaccarat glasssi Baccarat glasslaiBaccarat glassn menyebutBaccarat glasskan, Panaik adalah model dan pengejawantahan dari kebiasaan suku Bugis yang memang seorang pelaut dari sononya. Mereka (para cowok Bugis) terbiasa untuk berkelana ke lautan luas untuk mencari rejeki dan sepulangnya dari melaut, mereka melamar gadis pujaan yang menunggu mereka. Uuuuw, so sweet kan ya?

Nah, demikian soal uang Panaik di suku Bugis-Makassar. Bagaimana? Kamu siap memperistri wanita Bugis? Hmm, kalau sudah cinta mah, mau diapa juga diperjuangkan ya?

Besaran uang Panaik ditentukan berdasarkan pendidikan si cewek yang akan jadi calon istri. Makin tinggi tingkat pendidikan si cewek, maka semakin tinggi pula uang Panaik yang diminta. Tradisi ini menyebutkan secara tersirat bahwa kualitas si cewek layak dihargai dengan ‘mahal’. Nah, akibat banyak syarat ini, para cowok Bugis buru-buru melamar si cewek sebelum lulus kuliah. Hehe.

Bangsawan biasanya diberi gelar tertentu yang menandakan si empunya adalah keturunan raja terdahulu. Kalau namanya saja sudah berbau bangsawan, anggapannya adalah doi punya kualitas yang tinggi. Untuk itu uang Panaik yang diminta juga biasanya lebih banyak. Siap menikah dengan cewek keturunan bangsawan?

Ini kabar baiknya, sebelum ada kata sepakat soal jumlah uang Panaik, bisa lho diobrolin dengan keluarga cewek. Kalau pihak cowok lumayan dekat dengan keluarga cewek, maka negosiasi ini akan lebih mudah dilakukan. Bukan nggak mungkin karena sudah dekat dan dianggap keluarga sendiri, uang Panaik yang diberikan tak terlampau tinggi. Untuk itu, siap-siap PDKT sama calon mertua sana!

Kenapa ada uang Panaik? Ini karena merupakan simbol adanya perjuangan yang harus dilakukan oleh seorang cowok untuk mendapatkan cinta gadis Bugis pujaan. Menurut tradisi Bugis, cinta adalah hal yang mahal dan nggak bisa sembarang orang dapatkan. Terlebih jika gadisnya adalah yang punya kualitas tinggi yang diukur dari tingkat pendidikan dan keturunan keluarga. Tak sembarang cantik, tapi juga baik dan berkualitas. Itulah nilai yang diangkat di tradisi Panaik suku Bugis-Makassar.

Ada nggak, temen-temen pembaca Hipwee yang berasal dari Bugis atau Sulawesi? Pastinya nggak asing dengan istilah uang Panaik atau Panai dalam adat pernikahan asli suku Bugis. Ya, panaik itu mendefinisikan sebuah aturan untuk memberikan harta benda dari pihak cowok ke pihak keluarga cewek untuk melangsungkan pernikahan. Ukuran besaran harta benda ini tergantung kedudukan dan pendidikan si cewek. Jadi, semakin tinggi pendidikan atau keturunan (ningrat) si cewek, semakin tinggi pula uang Panaik yang diberikan.

Kamu tentunya ingat dengan si Risna, yang waktu itu cukup membuat heboh netizen karena datang ke nikahan mantan, lalu dia malah memeluk erat si mantan karena teringat masa lalu. Hiks. Pedih memang. Usut punya usut, ternyata itu disebabkan si cowok sudah sempat mau melamar Risna, namun ditolak karena uang Panaik-nya kurang. Kemudian, karena kurang, si cowok memilih untuk menikah dengan gadis lain. Hiks, kisah yang sedih ya?

Aturan ini sudah ada di tradisi suku Bugis sejak lama. Namun dalam praktiknya, banyak sumber yang menyebutkan bahwa tradisi ini menuai kontroversi karena dianggap sebuah proses ‘membeli’ si cewek untuk diperistri. Benarkah seperti itu? Simak dulu artikel di Hipwee Wedding ini yuk.

Ingat Risna? Yang datang ke nikahan sang mantan sambil memeluk? via tukangteori.com

Sebelum akad atau pengukuhan suami istri, dilakukan tawar menawar tentang jumlah uang panaik yang diberikan. Ukurannya ya sesuai dengan yang diminta. Uang panaik ini berbeda dengan mahar. Kalau mahar ada sendiri. Nah, khusus untuk panaik memang hanya ada di adat pernikahan suku Bugis-Makassar. Jika di suku lain juga ada proses ‘tawar-menawar’ uang sebelum nikah, istilahnya mungkin lain.

Namun pada praktiknya sekarang, uang Panaik kerap menimbulkan kontroversi. Ya, selain karena pria Bugis kini tak hanya berprofesi sebagai pelaut, juga dinilai wujud komersial ‘membeli’ wanita untuk diperistri. Juga ada yang menimbang dari sisi agama, bahwa uang Panaik bukanlah mahar yang disyariatkan. Hmm, jadi bingung kan?