Entertainment casino_bet365 mobile version_Baccarat Cash Network_Betting_Baccarat Banker

  • 时间:
  • 浏览:0

World Bookmaker Rankingkritik World Bookmaker Rankingakan melatihmu untuk leWorld Bookmaker Rankingbih efisien dalam menggunakan waktumu. Perlahan kamu akan mulai sadar bahwa saat kamu terus-terusan terpuruk akibat kritik, maka kamu tidak akan punya waktu untuk memperbaiki dirimu.

Rasa dan pengalaman yang kita dapatkan saat dikritik tentu akan selalu membekas bagi kita. Kita bisa tahu bagaimana rasa sakit yang diakibatkan sebuah kritik yang kasar. Ke depannya, kita bisa lebih hati-hati saat akan mengkritik orang lain.

Sesaat setelah kamu mendapatkan sebuah kritik, bisa saja kamu membutuhkan beberapa saat untuk mengatur emosi serta menenangkan dirimu sendiri. Kamu bisa mencoba untuk menuliskan perasaan dan amarahmu dalam sebuah buku harian. Hal ini terbukti mampu untuk mengendalikan emosimu.

menerima kritik dari orang dekat terkadang lebih sulit via perniknews.com

Kritik yang ditujukan padamu mungkin akan membuatmu jengkel, namun saat kamu bisa mengelola emosimu, kamu akan bisa memberi pengertian pada orang lain tentang bagaimana sebaiknya memperlakukanmu. Kamu juga bisa menunjukkan bagaimana cara mengutarakan kritik yang benar, agar tidak melukai sang penerima kritik.

Takut pada kritik tidak akan membuatmu berkembang. Hanya ada satu cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari kritik: tidak berkata apa-apa, tidak melakukan apa-apa, dan tidak menjadi siapa-siapa.

Hanya melalui kritik kamu akan bisa menemukan perspektif baru tentang dirimu; perspektif yang mungkin tidak pernah terpikirkan olehmu sebelumnya. Hanya dengan ini wawasanmu tentang diri sendiri bisa lebih terbuka.

Sebuah kritik tidak mungkin dilayangkan padamu tanpa sebab. Daripada memandang kritik itu sebagai serangan, lebih baik kamu mencari apa yang bisa kamu amini darinya.

Memang bukan hal mudah untuk menerima bahwa diri kita punya banyak kekurangan. Tetapi, ini adalah awal dari usaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Seringkali kita terjebak dalam pengkotak-kotakan dan membagi berbagai hal dalam dikotomi. Kita hanya mengenal salah dan benar, bagus dan buruk, baik dan jahat atau hitam atau putih. Padahal, di dunia ini nggak semua hal bisa kamu kategorikan demikan. Melalui kritik, kamu bisa mendengar realita-realita lain yang belum tentu kamu tahu sebelumnya.

Dan di saat kritik yang berhubungan dengan masa lalu itu datang pada kita, kita berubah menjadi sangat defensif. Tapi saat itu pula kamu bisa sadar bahwa ternyata kamu masih menyimpan “luka” masa lalumu, dan inilah saat yang tepat untuk mengobati dan melepaskan “luka” tersebut.

Kritik dan masalah yang datang dalam kehidupan kita setiap saat bukannya tanpa tujuan. Masalah datang untuk kamu selesaikan, sedangkan kritik ada untuk mengingatkanmu bahwa ada beberapa dari masalah itu yang tidak perlu pusing kamu pikirkan.

Menghadapi kritik pedas akan melatihmu menjadi orang yang lebih sabar dan mudah memaafkan. Karena kritik sering datang dalam bentuk yang kasar dan  kita tidak bisa mengontrol perkataan orang pada kita, kita tentu saja rentan sakit hati saat mendengar kata-kata kasar yang ditujukan pada kita.

Kadang, kita bisa terlena dan terjebak dalam zona nyaman kita. Perasaan itu membiarkan diri kita berhenti berkembang. Di saat yang seperti inilah kamu membutuhkan kritik yang menggoyang zona amanmu dan membuatmu ingin memperbaiki diri.

Pujian memang manis dan menyenangkan, namun kritiklah yang sebenarnya menjadi bumbu dalam proses penggapaian hidupmu. Setelah melewati masa-masa dimana kritik pedas membuatmu terpuruk dan hampir menyerah, apa yang kamu raih hingga kini tentu akan menjadi terasa lebih manis.

Sebelum atasan atau temanmu mengkritikmu, kamu mungkin merasa tidak ada yang salah pada dirimu. Baru setelah dikritik kamu bisa menyadari bahwa ada sifat atau kelakuanmu yang mesti lebih disesuaikan.

Lewat kritik, kamu akan mulai belajar untuk mendengarkan hal-hal yang sebelumnya sulit kamu dengar. Mencoba mendengarkan kekurangan atau kritik ini bukan hal mudah, lho. Ingat saja berapa banyak orang yang meradang dan langsung membantah saat kamu mencoba mengkritik mereka.

Sayangnya, kita tidak selalu bisa memengaruhi pendapat orang tentang kita dan apa-apa yang kita lakukan. Yang bisa kita kontrol hanyalah bagaimana cara kita menanggapi berbagai macam kata orang tentang diri kita.

Kritik, apalagi yang berasal dari orang-orang terdekat seperti sahabat, kekasih atau orang tua kita seringkali akan lebih sulit diterima. Walaupun kritik tersebut diutarakan dengan lembut, tetap saja kita sulit menerimanya karena kita berharap orang-orang terdekat kita akan selalu mengerti dan mendukung kita.

Wajar memang jika kita ingin menyenangkan orang lain, namun kadang keinginan bisa membuatmu kesulitan sendiri. Kritik menjadi salah satu pengingat bagimu bahwa tidak semua orang bisa kamu bahagiakan.

Kritik memang bukanlah hal yang menyenangkan untuk dihadapi, namun harus selalu ada selama kamu ingin berkembang dan menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan Winston Churchill:

Menghadapi kritik membutuhkan pengendalian diri dan emosi yang cukup besar. Semakin sering kamu mendapat kritik, semakin banyak kesempatanmu untuk mahir mengendalikan emosi negatif dalam dirimu.

Saat kamu telah berani mengakui kelemahanmu, hal terbaik yang bisa kamu dapatkan adalah kamu lebih bisa menikmati hidup, dan tetap merasa bahagia sekalipun hidup sedang tidak ramah kepadamu.

“Kritik mungkin tidak menyenangkan, tetapi perlu. Kritik memiliki fungsi yang sama dengan rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh kita, yang memberitahukan pada kita bahwa kita sedang dalam keadaan yang tidak sehat. Jika dapat ditangani dengan baik, bahaya akan dapat dihindari, namun jika kita diamkan maka keadaan fatal bisa saja terjadi.”

Lakukan hal yang berbeda tiap harinya dan buat tantangan bagi dirimu sendiri. Misalnya, jika kedua orang tuamu mengkritik sifatmu yang pemalas dan jarang bangun pagi, kamu bisa membuat mereka terkejut dengan bangun pagi sebelum jam 5 dan melakukan berbagai pekerjaan rumah. Rasakan kebanggaan tersendiri yang akan kamu dapatkan saat kamu bisa membuktikan bahwa anggapan buruk mereka padamu itu salah.

Namun, mendengarkan kritik adalah kesempatan bagi kita untuk memahami bahwa wujud pengertian dan dukungan itu bisa berbagai macam. Tidak semua orang bisa berkata ‘I love you‘. Kadang kalimat itu diucapkan lewat cara yang berbeda: ‘Kamu makan lebih banyak, dong.’ atau ‘Ayo, belajar yang rajin! Jangan sampai IPK jeblok kayak kemarin!’ Kedua kalimat itu mungkin tak mengenakkan, namun itu hanyalah cara lain mengungkapkan cinta.

Berlapang dada menerima kritik akan mengingatkanmu bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari manusia. Tidak ada manusia yang sempurna, dan kamu memang tidak perlu mencoba untuk menjadi sempurna. Kamu cukup berusaha semaksimal mungkin, dan biarkan waktu yang memberikan hasil dari kerja kerasmu.

Jangan hanya terpaku pada pedasnya kalimat orang yang mengkritikmu. Berusahalah untuk menerjemahkan pesan yang terkandung di dalamnya, dan jadikan itu cambuk bagi prestasimu di masa depan.

Tidak semua hal yang kita lakukan akan mendapatkan pujian. Kadang, orang di sekitar kita akan lebih tertarik memberikan kritik. Pujian tentu lebih mudah kita terima daripada kritikan, yang bisa saja bernada tak enak menyerang. Sebuah kritikan paling halus sekalipun bisa membuat seseorang merasa ditolak atau sakit hati.

Sebenarnya kritik adalah cara yang paling efektif untuk membuatmu berkembang dalam bidang yang tengah kamu tekuni. Melalui kritik, kamu akan lebih mudah mengerti dimana titik lemahmu, sehingga kamu bisa menyiapkan cara untuk memperbaiki kekuranganmu.

Kata lain dari kritik adalah tantangan, oleh karena itu kritik akan sangat membantumu jika kamu ingin tahu kemampuanmu dalam menghadapi tantangan dan memecahkan masalah. Saat berbagai kritik datang padamu dan kamu bisa menghadapinya dengan baik, kamu akan merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kamu bisa berubah.

Tapi dari sinilah kamu bisa berkembang dan tumbuh menjadi lebih dewasa daripada sebelumnya. Berusaha lebih sabar, tidak mudah terpancing emosi, dan kemudian memaafkan orang lain tentu akan membuatmu semakin dewasa dan lebih bijak, bukan?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering cenderung reaktif dan emosional dalam menanggapi sesuatu — terlebih lagi pada sesuatu yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu dalam hal ini kritik membantumu untuk lebih bersikap rasional dan logis daripada bersikap emosional.

Kita semua memiliki masa lalu, namun tidak semua dari kita “benar-benar selesai” dengan itu. Kadang, tanpa disadari kita masih menyisakan masalah di masa lalu, menyimpannya dan membawanya hingga kehidupan kita saat ini.

Dari sebuah kritik yang ditujukan padamu, perlahan kamu akan bisa menilai orang lain. Apakah dia adalah orang yang bisa dipercaya? Apakah dia orang yang sopan? Atau apakah kamu lebih baik berteman da menjalin hubungan baik dengannya atau tidak.

Memiliki ego yang besar akan menghambat perkembanganmu. Pada taraf yang lebih besar, ini bisa merusak hubunganmu dengan orang lain. Mendengarkan kritik membuatmu bisa berpikiran lebih terbuka, dan menerima bahwa kamu tidak lebih baik dari orang-orang di sekitarmu.

Nah, biar lebih mudah menghadapi kritik yang mampir dalam hidup kita, dalam artikel ini Hipwee akan berikan hal-hal positif yang bisa kamu ambil kritik-kritik tersebut: