Sejarah Bulu Tangkis Indonesia di A「BetVictor」ll England, Koleksi 48 Gelar

  • 时间:
  • 浏览:0

PrBetVictorBetVictoraveen/MelaBetVictorti menjadi kampiun usai menaklukkan wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, melalui permainan tiga gim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Namun, Tommy Sugiarto (tunggal putra) dan Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) memutuskan mundur beberapa hari sebelum keberangkatan tim ke Birmingham, Inggris.

Ganda campuran peringkat keempat dunia itu akan berupaya mempertahankan titel juaranya di perhelatan All England ke-111. 

Baca juga: Menuju All England 2021, Anthony Ginting Bergelut dengan Kekhawatiran

KOMPAS.com - Tim bulu tangkis Indonesia siap beraksi di All England 2021 yang bakal bergulir di Birmingham Arena, Inggris, mulai 17 Maret-21 Maret 2021.

Indonesia berhasil membawa ulang satu gelar juara di All England 2020 lewat pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

PBSI semula mendaftarkan sembilan wakil yang terdiri dari tiga tunggal putra, tiga ganda putra, dan masing-masing satu di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Sebanyak tujuh wakil Tanah Air yang tersebar di lima sektor diturunkan di turnamen level Super 1000 tersebut.

Melansir situs resmi All England dan National Badminton Museum, turnamen ini pertama kali diselenggarakan di London Scottish Drill Hall pada 4 April 1899 dengan hanya memainkan nomor ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran.

Sektor tunggal putra dan tunggal putri baru dimainkan pada All England 1900.

Gregoria Mariska Tunjung ditarik mundur karena mengalami cedera paha, sedangkan Tommy Sugiarto mundur karena alasan pribadi.