Live entertainment_Baccarat Skills Play_Indonesia Casino_Online sports betting_Texas Hold'em Online

  • 时间:
  • 浏览:0

USDEK? GamGambling appbling appgaGambling appmbling appapaan tuh? USDEK adalah singkatan bagi urutan disajikannya makanan dalam prosesi pernikahan piring terbang.

Pesta pernikahan piring terbang kadang juga disebut sebagai pesta racikan, dimana tamu tidak diperbolehkan berdiri. Tamu hanya cukup duduk manis di kursi dan meja sejajar yang dihadapkan ke pelaminan. Kadang ada juga yang mendudukan tamu di kursi bundar atau round table seperti gaya pernikahan ala barat. Sembari duduk menikmati acara, tamu-tamu pun disajikan dengan piring-piring penuh hidangan yang seakan-akan terbang dari tangan pramusaji ke meja tamu. Mungkin inilah kenapa adat ini disebut sebagai piring terbang.

Berbeda dengan prasmanan, pesta pernikahan piring terbang lebih mirip pesta pernikahan a la barat dimana tamu dijamu oleh pramusaji tanpa harus mengambil makanan sendiri. Hari ini Hipwee Wedding mau menilik tradisi pernikahan a la Mataram (Jogja Solo) yang hampir punah ini. Cek yuk!

Ketika di acara resepsi prasmanan, mungkin kamu sering bete karena harus berebut makanan dengan tamu lain. Belum lagi ketika kamu datang terlambat dan ternyata makanan yang enak-enak cuma tinggal sedikit. Hal ini tidak akan terjadi dengan adanya prosesi piring terbang. Dalam acara pernikahan piring terbang, tamu tinggal duduk nyaman tanpa harus mondar-mandir mengambil makanan. Tamu juga dihibur dengan adanya tarian dan lagu-lagu di acara tersebut.

Nah, itulah sekilas informasi mengenai tradisi pernikahan asal Jogja dan Solo yang sudah semakin jarang dijumpai ini. Kamu yang orang Jawa, terutama Jogja dan Solo nggak ada salahnya untuk mempertahankan budaya yang satu ini lho! Setuju kan?

Acara piring terbang sendiri harus dilaksanakan dengan susunan-susunan acara tersendiri. Acara biasanya dimulai dengan kirab dari keluarga pria yang memasuki ruangan diikuti dengan keluarga wanita. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan adanya sambutan dari mempelai pria dan kemudian diikuti dengan sambutan dari mempelai wanita dan juga doa.

Pernikahan dengan konsep piring terbang sendiri biasanya dilakukan di daerah kerajaan Mataram yaitu di daerah Jogja dan Solo. Meskipun begitu, sekarang di kota Jogja pun prosesi ini sudah jarang ditemui. Prosesi ini hanya bisa ditemui di daerah-daerah seperti Sragen, Klaten, Wonosari, Gunungkidul, dan Solo. Berbeda dengan prasmanan di mana tamu datang setelah acara dibuka, tamu justru datang sebelum acara dimulai pada prosesi piring terbang agar jadwal acara bisa berjalan tepat waktu.

Prosesi piring terbang kadang dinilai sebagai acara membosankan karena memang para tamu harus duduk dan mengikuti runtutan acara pernikahan dari awal sampai akhir. Mereka yang ingin pulang duluan beresiko untuk tidak bertemu dengan dan mengucap selamat kepada kedua mempelai. Ada juga resiko bagi tamu yang datang telat untuk melewatkan beberapa hidangan yang disajikan secara urut.

Pesta pernikahan modern di Indonesia itu macem-macem lho. Nggak cuma resepsi berdiri atau standing party yang sering kamu datangi. Tapi tahu nggak sih sebenarnya kita punya budaya resepsi yang sekilas terderngar cukup asing karena memang sudah jarang dilakukan yaitu: pesta pernikahan piring terbang. Bukan piringnya yang betulan terbang lho ya, tapi piringnya ‘terbang’ diantar oleh pramusaji.